Jumat, 02 November 2012

MEMUTUS MATA RANTAI KEMISKINAN MELALUI PROGRAM PKH

MEMUTUS MATA RANTAI KEMISKINAN MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)
Oleh : Ki.Sonhaji Mutiallah, M. MPd

            Kemiskinan tidak dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar diakui secara umum antara lain meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan bahwa angka kemiskinan di negeri ini pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta (12,49%). Ini adalah fakta statistik untuk menjadi acuan dan gambaran betapa angka kemiskinan masih betah bercokol di negeri ini. Angka kemiskinan ini tentu merata di seluruh wilayah dipelosok negeri.
            Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengembangan system Jaminan Sosial, mulai tahun 2007 Pemerintah Indonesia melaksanakan Program keluarga Harapan (PKH) dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan, baik didaerah maupun secara nasional sehingga penduduk miskin bisa dikurangi atau bahkan dihapus.. Tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin (RTSM). PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga yang sangat miskin pada sisi beban pengeluaran khususnya terkait dengan  upaya peningkatan SDM untuk jangka pendek, dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang. Program Keluarga Harapan telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan milenium (millennium development goals-MDGs). Setidaknya ada lima komponen MDGs yang didukung melalui PKH, yaitu pengurangan penduduk miskin ekstrim dan kelaparan, pencapaian pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita, dan pengurangan kematian ibu melahirkan.
            Saat ini komponen PKH difokuskan pada sektor kesehatan dan pendidikan, mengingat kedua sektor ini merupakan inti peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Sasaran penerima bantuan PKH adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0- 15 tahun dan/ atau ibu hamil/nifas dan berada pada lokasi terpilih. Artinya bantuan PKH adalah bantuan bersyarat yaitu Si penerima bantuan harus ;1. masih mempunyai anak sekolah usia 7- 15 tahun serta anak usia 16- 18 tahun namun belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar; 2. Membawa anak usia 0-6 tahun ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi anak; 3. Untuk ibu hamil, harus memeriksakan kesehatan diri dan janinnya ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi Ibu Hamil.
            Besaran bantuan tunai untuk peserta PKH bervariasi tergantung jumlah anggota keluarga yang diperhitungkan dalam penerimaan bantuan, baik komponen kesehatan maupun pendidikan. Besaran bantuan ini di kemudian hari bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat itu atau bila peserta tidak dapat memenuhi atau menjalankan kewajibannya tersebut maka bantuan akan di kurangi setiap pencairan, bahkan kalau sampai tiga kali tidak menjalankan syarat dan kewajibannya maka bantuan akan di hentikan. Besaran bantuan yang diterima oleh RTSM  rata-rata Rp. 1.000.000/tahun, Minimum per RTSM  Rp. 600.000, dan Maksimum per RTSM bisa menerima bantuan Rp. 2.200.000/ tahun. Dengan rincian Bantuan tetap Rp. 200.000 , anak usia di bawah 6 tahun dan atau ibu hamil/menyusui mendapat bantuan Rp. 800.000, anak usia SD/MI Rp. 400.000, dan Anak usia SMP/MTs Rp. 800.000. Bantuan ini dicairkan empat kali dalam satu tahun atau tiga bulan sekali. Dan bantuan di berikan langsung oleh petugas kantor pos kepada RTSM , dengan disaksikan oleh pendamping, Kasi kesrah kecamatan, kepolisian, koramil, petugas dari Disnaskessostran kabupaten dan UPPKH Kabupaten yang di sebar di semua kecamatan , sehingga pencairan ini jauh dari kecurangan dan pungutan liar.
Program Tepat Sasaran
            Program Keluarga Harapan (PKH) adalah Program bantuan pemerintah yang sangat tepat sasaran karena si penerima bantuan di dasarkan pada by name, by address dan harus memenuhi syarat dan kewajiban, karena setiap hari petugas pendamping PKH harus ngecek kelapangan untuk mengabsensi kehadiran anaknya, apakah anak balita selalu di periksakan ke Posyandu atau puskesmas?, apakah Ibu hamil selalu memeriksakan kandungannya ? dan apakah anaknya selalu hadir di sekolah ?. Dari sini petugas pendamping akan mengetahui kalau RTSM penerima bantuan PKH itu tidak melaksanakan  kewajibannya, sehingga petugas pendamping harus mengingatkan supaya tidak terulang lagi , kalau peserta PKH tidak melaksanakan kewajibannya maka akan di kenakan sanksi pemotongan bantuan hingga pencabutan dari kepersertaan PKH. Selain itu petugas pendamping PKH juga melakukan verifikasi terhadap RTSM, tiga bulan sekali untuk di laporkan ke UPPKH Kabupaten Pasuruan dan selanjutnya data di kirim secara Online ke UPPKH Pusat yang nantinya digunakan sebagai acuan untuk pembayaran bantuan kepada RTSM. Penerima bantuan adalah Ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan(jika tidak ada Ibu maka; nenek, tante/bibi, atau kakak perempuan dapat menjadi penerima bantuan), karenanya, pada kartu kepersertaan PKH pun akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, dan bukan kepala rumah tangga. Untuk itu, orang yang harus dan berhak mengambil pembayaran adalah orang yang namanya tercantum di kartu PKH dan bukan wakilnya. Dengan demikian bantuan akan tepat sasaran. Memasuki program ditahun ke-6 sejak 2007, saat ini semakin banyak Pemda yang memberikan respon positif dengan menyatakan kesediaannya berpartisipasi dengan”sharing anggaran” melalui APBD.
            Pada tahun 2007 Kabupaten Pasuruan mulai mendapatkan bantuan PKH. Pada tahap awal, PKH dilaksankan di 11(sebelas) kecamatan , yaitu : Beji, Kraton, Rembang, Gempol, Wonorejo, Grati, Gondangwetan, Rejoso, Winongan, Purwosari, Purwodadi. .Dan Pada tahun 2011, Seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan  telah mendapatkan program bantuan PKH. Enam tahun program PKH sudah berjalan di Kabupaten Pasuruan, jumlah RTSM penerima bantuan PKH mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah wilayah dampingan Kecamatan Prigen. Pada awal tahun 2009 , Kecamatan prigen mendapatkan bantuan PKH sejumlah 520 RTSM, dengan nilai nominal Rp 370.620.000. Sedangkan pada pencairan tanggal 16 Juli 2012, RTSM penerima bantuan PKH mengalami penurunan menjadi 461 RTSM, dengan nilai nominal bantuan sejumlah Rp. 167.350.000. Artinya dalam kurun waktu empat tahun jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di kecamatan prigen mengalami penurunan sebesar 59 RTSM atau  11, 35%. Dengan demikian tinggkat kesejahteraan Rumah Tangga Sangat miskin juga mengalami peningkatan sebesar 11,35% dalam waktu empat tahuan.
            Keberhasilan PKH untuk mencapai tujuan tersebut diatas memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Oleh karenanya, kelembagaan pelaksanaan PKH perlu dijabarkan secara jelas mengenai siapa pihak-pihak yang terlibat, apa peran dan tanggungjawabnya, serta bagaimana mekanisme kerjanya, serta komitmen Pendamping RTSM dan juga hubungan yang sinergis antara Kantor Pos, Dinas Pendidikan, Depag serta , Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.. Sehingga program ini bisa berjalan sesuai dengan harapan kita semua, yaitu rumah tangga sasaran penerima bantuan memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial, ketidakberdayaan dan keterasingan sosial yang selama ini melekat pada diri warga miskin. Selain itu Program Keluarga Harapan juga diharapkan akan meningkatkan sumberdaya manusia, meningkatkan kesehatan balita, dan mengurangi kematian Ibu hamil sehingga matarantai kemiskinan akan terputus melalui Program Keluarga Harapan , semoga.
           
PENULIS :
KI.SONHAJI MUTIALLAH, M.MPd
KOORDINATOR PKH KECAMATAN PRIGEN
HP: 081333954053

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar